Senin, 01 Agustus 2016

Sabtu, 23 juli 2016

Sabtu, 23 juli 2016

   Masa masa anak baru kesekolah baru. Anak yang sudah lama bersekolah tidak ada yang belajar. Guru guru sibuk dengan murid baru, dan gue sibuk dengan menatap teman teman gue pacaran. Dan ini lah gue dengan semua kekurangan gue. Gue merencanakan nembak asti saat memasuki kelas 11 nembak secara langsung dengan 4 mata. Gue sudah lama kenal dengan dia. 1 tahun gue bersama dia dalam satu kelas.  Mulai Semester kedua gue merasaakan perasaan yang berbeda dengan dia. Gue mulai dekat dengan dia dari semester 2. Gue perhatikan dia dari hal hal yang kecil. Gue sering nakalin dia, buka karena gue pengen sakiti dia tapi ingin dapat perhatian dia. Dari hal hal yang aneh untuk dapat perhatian dia. Kejadian yang gue alami dengan dia gue catat di diery gue. Dan perpisahan terakhir di kelas X2. Saat itu kami liburan ke baruh bunga. Dan dia tidak ikut. Gue catat di blog gue. Dan teman gue tau gue suka dengan asti. Padahal gue menggunakan nama sensoran. 6 bulan berlalu secara cepat.

Sekarang gue kelas 11. Perasaan gue tidak berubah sedikit pun terhadap asti. Hari yang gue tunggu kini datang. Itu pun gue berpikir selama 1 minggu. Karena sekarang kami beda kelas. bagaimana cara untuk nembak dia.?? Di hari sabtu tanggal 23 juli 2016 gue bersekolah. Di dalam kelas teman gue bertanya kepada gue.
"Bagaimana perasaan kamu kepada asti??"
"Tidak berubah kok"
"Sudah ucapin HBD"
"Apa??. Ulang tahun, aku tidak tahu dia ulang tahun pada hari ini"
"Ucapi dulu ulang tahunnya, aku juga belum"
"Ok. Kita sama sama ucapin dia ulang tahun"
Gue berpikir ini waktu yang tepat untuk nembak asti. Tapi saat itu tidak ada rencana sedikit pun. Teman gue panggil dia. Dan yang terjadi gue sangat gugup saat di dekat dia. Apa?? Kenpa?? Tidak biasanya gue di dekat dia seperti ini. Gue tidak berani berbicara sedikit pun. Kira kira selama 30 menit gue tidak berbicara dengan dia. Tiba tiba bell berbunyi mendakan pulang sekolah. Dia pulang sekolah. Dan gue sedikit pun tidak ada berbicara.

Gue ikuti asti menuju keparkiran. Gue Berbicara kepada dia satu kata penuh makna.
"HBD"
"Aku tidak ingin di ucapin. Aku tidak ingin tambah tua" sambil senyum senyum.
Gue menunggu dia di parkiran selama kurang lebih 15 menit. Dia lewat di depan gue. Gue binggu harus berbuat apa. Dia sudah jauh meninggalkan gue. Gue tidak sadar, gue secepatnya mengejar dia. Gue lihat dia berbelok kekanan tidak seperti biasanya. Gue secepatnya mengejar dia. Gue berbicara.
"Mau kemana.?"
"Menjemput adik ku"
Dia berbelok kekiri lagi menuju gang.
"Mau kemana.?"
"Kerumah paman ku dulu"
"Aku ikut"
Tibanya gue di rumah pamannya asti. Tiba tiba hujan, hujan yang tidak deras. Gue tidak berani masuk kerumahnya dan tidak berani naik keterasnya. Gue pengen mengatakan tanda cinta kepadanya dan tidak berani mengungkapkannya. Gue kehujanan di depan rumah pamannya asti.
"Ti"
"Ti"
"Ti"
"Ti"
Dengan nada yang berbeda beda.  Gue tidak berani mengungkapkannya.
"Ti"
"Ti"
"Apa?"
"Aku"
Tidak berani mengungkapkannya.
"Apa?"
Gue diam dan tidak berbicara lagi seperti di tv. Cinta gue seperti di komik. Tidak berani mengungkapkannya. Gue pejamkan mata gue.
"Aku suka kamu"
Dia diam tidak berbicara apa pun.
"Ti"
"Ti"
"Ti"
"Apa?"
"Aku"
"Aku suka kamu"
Dia diam tidak bicara apa pun.
"Pergilah, cuacanya sedang hujan"
"Aku tidak akan pergi sebelum ada jawaban dari mu"
Hujan semakin lebat gue kehujanan tapi gue tidak akan pergi sebelum ada jawaban darinya.
"Pergilah. Nanti kamu sakit"
"Aku tidak akan pergi"
Gue kehujanan tapi gue tidak merasakan hujan. Seperti tidak ada apa pun di mata gue selain dia.
"Ti"
"Ti"
"Apa?"
"Apa jawaban dari mu?"
"Aku tidak mendengar"
"Apa jawanan dari mu?"
"Aku tidak mendengar"
Berapa kali gue bertanya kepada dia tetap saja jawaban dari dia seperti itu. Dan teman teman gue datang tiba tiba.
"Pergilah kalian, aku cuman ingin 4 mata dengan dia" berbicara kepada teman gue.
Gue bertanya lagi kepada asti
"Apa jawaban dari mu"
"Jawaban ku ada di teman kamu"
"Aku pengen jawaban dari kamu"
"Pergilah, cuaca hujan"
"Aku akan menunggu jawaban dari mu dulu"
Gue menunggu jawaban dari dia sekitar 5 menit.
Hujan hampir reda dan dia pergi
"Mau kemana?"
"Aku pengen menjempun adik ku, aku pergi"
"Iya. Aku juga"
Aku pergi menuju rumah teman gue. Dengan hati yang tidak karuan. Gue tidak menyangka mereka tidak ada di rumah teman gue. Lalu gue pergi kerumah gue. Dengan hati yang  hancur. Apa yang harus gue harus gue lakukan. Perjalanan cinta gue tidak seperti di komik yang selalu berujung kebahagian.

Pesan moral : Jangan mengharapkan cinta seperti di komik. Cinta yang sebenarnya adalah cinta yang tulus cinta yang di dapatkan dari perjuangan dan kesetian dari hati yang terdalam.