Jumat, 12 Mei 2017

Diam sejenak 14-05-2017

Aku memang pecundang, tapi aku bukan seperti kalian yang ingin selalu di puji dan ingin mendapatkan perhati oleh orang orang.

Sekarang dunia berubah begitu cepat. Aku juga tidak mengeri aku juga tidak memahami ini. Hanya ada satu jalan untuk ku. Aku berubah aku lemah dan tak berdaya lagi mengahdapi semuanya karena hati yang luka ini membuat merasa sangat tertekan.

Hari itu aku sedang duduk di depat rumah yang sepi dan tak ada suara atau pun bisingan kendaraan. Di pagi hari yang cerah dan hari yang sangat di penuhi kebahagian. Dan sambil berkata "aku memang anak dari seorang petani yang hidup pas pas dan keringat yang selalu menetes". Aku tetap bersyukur jalan yang ku tempuh masih dalam kebaikan.

Di samping semua itu aku duduk diam dan sambil memikirkan "apakah alu harus melangkah untuk menuju impian atau aku tetap diam dan mengekuti alur cerita ini". Itu tak seperti yang di inginkan semuanya berubah saat angin kencang berhembus dan embun embun pagi membasahi pipi ku.

Dari semua yang ingin ku kata adalah aku bisa bersyukur atas pemberianya dan masih bisa hidup dengan baik. Terima kasih ada semuanya.

Semoga semua yang aku jalan di jalan kebaik.  Amin

Orang yang lemah bukan di lihat dari kaya atau miskin tapi orang yang lemah adalah orang orang tak bisa bersyukur dalam kehidupan


Minggu ini ada ulangan akhir semester semoga aku dapat nilai yang baik amin. Doakan yang teman teman

Tidak ada komentar:

Posting Komentar