Di pagi hari yang penuh do'a dan keyakinan yang kuat berharap akan ada kenangan yang indah bersama teman SMA gue. Gue pergi sangat cepat bersama rifky karena gue membawa beras untuk di masak untuk makan bersama. Gue nunggu cukup lama sekitar 3 jam. Semua teman gue datang, gue mendengar kelinci gue tidak ikut karena kelinci gue di marahi orang tuanya kalau dia ikut. Kami pergi menuju sebuah tempat yg di penuhi orang. Hati gue terasa hampa dan gelisa karena kelinci gue tidak ada. Tapi gue berpikir untuk selalu berusaha agar semua bisa gue jalani perjalanan dengan bahagia. Gue sadar yang gue tunggu tunggu tidak ada. Gue teruskan detik detik dan menit menit jam berputar terasa sangat lambat.
Di tempat itu banyak pohon pohon yang menutupi matahari yang bersinar terang dengan angin yang menuju ke timur. Hati gue terasa tenang ketika merasakan hembusan angin yang menembus hati. Gue teruskan perjalan gue dengan makan bersama teman teman dan wali kelas gue. Ketika semua itu berjalan gue merasakan hangatnya pertemanan. Di sana percakapan percakapan terus berulang bagaikan menghilangkan rasa hampa dan kegelisahan gue. Gue sadar cewe yang gue suka tidak akan terus akan bersama gue. Yang bikin kebahagian itu bukan dari cewe tapi dari canda tawa kebersamaan pertemanan kita. Kebahagia Itu sederhana.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar