Ketika hari mulai mendung, aku dan teman teman akan menuju sebuah perjalanan yang pernah kami lewati bersama. mungkin, perjalanan yang indah dulu akan terungkit kembali.
Satu persatu teman teman ku datang. Mereka tau kisah yang dulu kami alami berujung keindahan. Ketika semua berkumpul kami berangkat menuju jejak kaki yang dulu.
Di tengah perjalanan kami, ada satu orang teman yang merasa kesakitan. kami bertanya.
"Ada apa dengan mu"
"Aku merasa pusing" dengan nada lemah dia berbicara
"Apa kamu bisa melanjutan perjalanan ini"
"Pergilah, aku tidak apa apa. Teruskanlah perjalanan kalian tanpa aku"
Aku berpikir dia tidak akan bisa pulang sendiri. Aku membantu dia pulang karena aku sadar sebuah pertemanan sejati tidak akan bisa tergantikan oleh apa pun.
Aku mengantar dia sampai kerumah dengan perasaan hampa. Aku berpikir, perjalanan kali ini tidak akan seperti dulu.
Dia berkata pada ku.
"Terima kasih"
"Hai teman, kita ini teman, tidak usah berterima kasih"
"Ok"
"Baiklah, semoga cepat sembuh"
Aku kembali lagi kepada teman teman ku yang lain. Hati ku merasa sedih karena satu teman tidak ikut.
Teman teman ku berkata " hai, jangan sedih kita akan lewati ini bersama. Kita teruskan perjalanan ini".
Perjalanan pun berlanjut. Berawal dengan mengambil jeruk di tengah sawah yang luas. Jeruk jeruk yang dulu pernah kami petik tidak ada yang manis.
Di setiap samping pohon pohon jeruk terdapat buah timun mas yang setiap satu bijinya besarnya mencapai 3-6 kg. Kami buka mencari timun mas yang besar. Kami mencari timun mas yang kecil kecil karena tujuan kami untuk membuat rujak.
Di sebuah tumpukan tanah yang tinggi terdapat pohon pohon pisang, jambu biji, jambu air, dan cabe. Di sinilah hal hal kecil bisa di dapatkan dengan mudah.
Perjalanan berlanjut menuju tempat kecil yang di sekitarnya di penuhi dengan padi, gunung gunung yang tinggi, bendungan kecil yang airnya jernih, dan angin angin yang selalu berbicara.
Rujak yang akan kami buat cukup sederhana, tapi terasa istimewa saat canda tawa teman teman ku terucap, hati yang selalu gembira membuat hal kecil menjadi besar.
Perjalanan berlanjut dengan cuaca yang berubah menjadi panas. Di saat cuaca panas kami merasakan haus. Akhirnya kami menuju sebuah kebun buah bentuknya bundar rasanya segar dan di dalamnya ada air,
Buah itu adalah semangka, kami mengambil semangka itu 1 orang 1 biji. Dan kami kembali ketempat kecil yang di penuhi keindahan alam.
Kini kisah ku berakhir dengan di penuhi kebahagiaan dari teman teman ku. Aku sadar sebuah pertemanan itu akan selalu berujung keindahan.
Perbedaan antara percintaan dan pertemanan itu sangatlah jauh berbeda. Teman yang selalu di samping terkadang kita tidak merasakannya. Tapi jika pacar kita, di samping kita, kita akan sangat merasakannya. Padahal jika teman kita tidak ada di samping kita, kita akan merasakan sangat kehilangan mereka. Jangan sampai pertemanan kalian terpecah belah karena soal percintaan. Kalian akan sadar jika itu sudah terjadi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar