Gue bilang kepada teman teman gue "gue lama nih ngejomlo sekitar 6-7 tujuh bulanan"
Kata aji bilang saja dengan sebutan Anol. Kata Anol "emangnya lo aja yang ngejomblo, gue aja yang tidak ingin punya pacar seperti tidak berselera gitu"
Teman gue satunya Amin sebut saja Komeng, juga bilang "ahhhh.. Minggu kemaren gue baru di putusin pacar".
Teman teman gue yang lain juga mengatakan seperti itu. Yang lebih sadisnya lgi teman gue Bernama Jani sebut saja dengan jajau dia baru pacaran, tidak lama kemudian sekitar 6 jam dia di putusin pacarnya. Begoooo itu.
Gue bilang lagi kepada teman teman gue "enak juga jomblo, aseknya jomblo dari pacaran"
Gue berpikir kenapa kalian tidak ingin pacar kok. tapi kenapa sih gue baru sadar bahwa di Desa gue semuanya remaja mgejomblo. Satu persatu gue bertanya kepada teman gue "kalian punya pacar gag" semua jawaban dari teman gue "tidak" gog bisa seperti itu.
Anol teman gue curhat kesemua teman teman, "gue pernah berkelahi di Desa sebelah" Desa sebelah mengatakan " kalian akan gue kutuk satu kampung ngejomblo". Kata teman gue "dia kutuk kita karena kami merebutkan satu cewe dan dia kalah"
Gue berpikir sih. Mungkin karena kena kutuk jadi semua remaja di desa gue ngejomblo. Yang gue takutkan lagi teman gue yang pakai sarung to pergi ke belakang dengan teman gue satunya lagi. Mungkin apa yang terjadi gue tidak tau lagi sih apa yang terjadi yang mestinya itu adalah kejadi yang tidak ingin di ketahui orang lain.
G
Habis curhat curhat bareng gue pakai motor teman gue, motornya sih butut tapi asek banget seperti kuda kudaan dan semuanya bergetar seperti mesin beras. Pertama hidupkan motornya nyala tapi akhirnyat mati saat beberapa detik. Gue sangat keras berpikir sampai sampai otak gue di lilit cecak. Ahhhh. Kurang ajar, kata teman Amat panggil saja dengan sebutan ligung, kata dia "toh yang di sana toh"
"Apa toh"
"To krannya to tidak di buka, tidak akan turun minyaknya"
Wajar deh guekan bodoh, gitu aja gue tidak bisa. Lanjut...... Di jalan sih gue enak pakai motornya seperti naik kuda kudaan yang bunyi blok blok blok blok sambil berdoa agar tidak mati di perjalanan. Asek deh, aku senang sekali di liatin orang orang banyak. Mungkin gue artis. Huhuhu..... Lanjutttt
Di siang hari gue dan teman teman gue ngumpul lagi karena kami pengin tidak jomblo lagi. Gue dan teman teman pengin menyerang kampung sebelah karena gue dan teman teman tidak pengen lagi ngejomblo seperti ini. Yahh.. Di penyerangan gue dan teman teman sih ada yang membawa polpen dan membawa buku perjanjian agar semuan tercatat. Ya seperti itu.
Anol berkata "hay kamu kami kena kutukan kalian nih"
Hadi menjawan sebut saja eson "hahahahahaha....... Emangnya ada kutukan seperti itu" bego kalian.
Kata anol "nih catat dulu penjajian kita"
Eson mencatatnya "semua yang berhubungan tentang wilajah dan hak milik akan ku serahkan kepada kalian. Kutukkan ini akan gue hentikan" di dalam hati gue "emangnya mencatat seperti pidato" Aduh memang bego loo.
Kata eson "kalian cuman tidak bisa merayu cewe. Nih gue ajari caranya meratu cewe. Tatap matanya jangan liat yang lainnya. Gunakan itu untuk merayu cewe"
Yah.... hari seterus gue dan teman teman gue menggunakan cari yang di ajari eson tersebut. Satu persatu teman gue punya pacar dan gue tetap saja jomblo loh. Jomblo itu ada takdir gue. Itulah kelebihan gue.
Pesan moral : Kalian jangan sampai berpikir ada kutukan yang benar benar terjadi karena itu hanyalah sebuah pikiran belaka cuman kita yang tidak mengerti suasa percintaan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar