Minggu, 05 Juni 2016

Homo Atau Malaikat



Awal gue masuk SMP gue menemuka teman. Dia bernama Muhammad Rifky dia sih orangnya baik , tapi dia selalu tidur tiduran di bahu gue. emangnya dia itu homo yang selalu berada di tengah malam di malam minggi. Dia sih orangnya selalu sholat, tidak mungkinkan dia itu homo. Jika Zuhur telah tiba dia pasti ngajak gue sholat walaupun itu di saat jam pelajaran. Dan dia selalu ngajak gue sholat dhoha di mushala sekolah.   Gue terus berpikir dia itu homo atau malaikat????.
            Di saat gue terus memikirkan dia itu homo atau malaika????. di saat itu juga gue dan dia menuju mushala. Dia berpicara dengna gue.
“hay tur kenapa kamu bingung aja dari tadi”
“gini rif. Gue berpikir kalau kamu homo bagaimana ya?????”
* menunduk seperti ada uang di bawah tanah*
dia menunduk malu padahalan gue ngucapin dia hanya seakan akan gue bercanya. Tapi dia merasa sangat malu ketika dia di panggil homo. Ketika dia mau ambil air whudu, dia terkelincir dia menjerit kesakitan. Lalu gue bertanya??
“ada apa rif??”
“emangnnya kamu tidak lihat nih gue tergelincir di sini”
Gue bawa dia ke UKS untuk di obati ( tidak mungkin kan di UKS untuk berbelanja) dan kami tidak jadi mengerjakan sholat dhuha. Lalu dia bilang.
“gue tidak akan lama lagi hidup penyaki yang gue derita sudah terlalu menyaki gue”
“kamu jangan bilang seperti itu, maaf gue yang telah meledek mu di saat mau ke mushala tadi” dengan rasa bersalah gue, gue minta maaf seakan kan dia akan pergi jauh meninggalkan gue.
Lalu Rifky tertawa terbahak bahak” hahahahahahahah”. “Lo bego, gue tidak tidak ada penyakit”.
kata Rfky “Gue pengen menguji pertemanan kita sudah samapai mana”.
gue terkesan kepada dia. Emang sih dia itu agag homo dikit dikit. Gue tetap senang berteman dengan dia. Tapi gue tetap sih harus mejauh dari dia dikit dikit. 

Pesan Moral : jangan sampai kamu melakun hal yang tidak di inginkan di saat kamu berteman dengan homo., walau pun itu dikit.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar