Rabu, 15 Juni 2016

Kematian perut di bulan puasa



Hari puasa ketika mau buka puasakan semua yang ada di depan terasa enak. Biar pun itu tai kok tai, biar tai di campur gula tidak akan enak. Gue nunggu nunggu buka, waktu terasa lama sekali detik detik waktu terasa lambat. Gue berpikir jika gue bisa mutar waktu gue akan berpuasa 1 jam saja. Kan enak jika 1 jam berpuasa tidak akan lapar. Huhuhyy... putar putar gue memutari makanan. Gue akan Haji makan jika sampai 7 kali memutari makanan. Adik gue juka ikutan memutari makanan. Gue bilang kepada adik gue.
“dik, kalau kamu memutari makanan itu 7 kali akan membuat kamu tahan 1 jam lagi puasanya”
“benar ya kak, gue akan memutari makanan itu sebanyak 14 kak” memutari makanan sambil liat liat makanannya
“iya dik, coba saja”
gue bodoh adik gue bodoh lagi dari pada gue. hahahaha.....
Astagpirullah.. menandakan buka hampir tiba adik gue yang percaya jika memutari makanan itu akan tahan lagi berpuasa. Ibu gue datang
“kenapa kamu memutari makanan”
“kata kaka jika memutari makanan akan tahan puasanya”
“dasar kamu bisa saja di bodohi kaka kamu”
gue di marahi ibu gue. seakan gue mau buka sekarang dan gue setelah makan akan lari keluar agar gue tidak mendengar kemarahan ibu gue. detik detik buka puasa pun terasa. Perut gue yang sudah lama menjerik kesakitan terus bila kepada gue.
“greek greeek greek”
“ada apa perut”
“greek grek”
“bentar lagi perut lo akan gue obati”
“greek greek”
gue sedih kepada perut gue yang menjerit kesakitan seaakan dia akan pergi jauh dari gue.
“perut jangan tinggalin gue”
“greek greek”
perut gue yang sudah lama nunggu gue makan, akhirnya radio pun berbunyi. Ngeeeeennnnnnnnnnnnn. Makanan telah tiba
Buka puasa telah tiba gue ingat kata terahir perut gue
“greeeeekkkkkkkkk”
gue sedih kepada perut gue dia tidak lagi berbicara kepada gue. dia sudah meninggalkan gue. bagaimana gue hidup tanpa lo perutt.... gue makan dengan sedih, karena perut gue tidak berbica lagi dengan gue. good bay berut, gue akan setia menemani lo sampai lo berbicara kembali.  Ketika  
 gue kenyak dari lambung sampai tenggurukan gue bilang EEEEAAAAA. Menandakan perut gue hilang di telan lambung gue. oohhh NOOOO. Semoga perut gue di terima di sisinya.
Sudah beberapa jam perut gue tidak juga berbicara kepada gue. mungkin dia benar benar meninggalkan gue. Gue menangis tak terhinggal sampai air mata gue masuk lagi ke mata gue. mungkin air mata gue sudah lelah keluar dari mata gue. gue sangat sedih sangat kasihan perut gue sudah meninggalkan gue sebelum gue meninggalkan dia. Semoga kau bahagia di sana perut.
Gue menangis sampai sampai ketiduran. Gue mimpi perut gue terbang terbang di alam lain dia sangat senang seakan dia tidak di ganggu lagi oleh gue. dia di sana makan makanan yang enak seakan dia tidak ingin lagi kembali. Gue sangat sedih. Dia tidak bahagia di badan gue. dia bahagianya di alam lain. Gue terbangun sambil menangis “pergi kamu dari hidup gue gue tidak akan lagi menyayangi mu. Tiba tiba setelah gue bilang seperti itu perut gue bilang
“Grreeeekkkkkkk”
“kau telah kembali”
“grekkkk”
gue akhirnya kembali tidur dengan hati bahagia karena perut gue kembali lagi.

Pesan Moral : kalau perut bilang grek itu namanya lapar dan kalau tidak lagi berbunyi grek itu namanya sudah kenyang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar