Gue
ucapkan dulunih selamat menjalankan bulan puasa, semoga amal ibadahnya diterima
oleh Allah S.W.T. Amin
Di hari
pertama gue tarawih gue menemukan hal hal aneh yang belum gue liat. Anak anak
sekarang menjadi besar dan gue tetap saja kecil. Mungkin perubahan itu yang membuat
gue merasakan hal hal yang takpernah gue lihat di tahun thun kemarin.
Di awal bulan ramadhan tahun kemari pasti ada warung atau
pedagang kali lima. Tahun ini tidak ada, mungkin pedagang kali lima itu takut
dengan gue karena gue tidak besar besar ( emang gue tuyul yang kepalanya botak
dan badannya kecil yang bisa mengambil uang pedagang ). Banyak keanehan pada
tahun ini semua anak anak sekarang menjadi besar sedangkan gue tetap saja
kecil. Yang anehnya gue di panggil
“nak, jangan nakal nakal di mesjid nanti kamu di makan mesjidnya”
“iya pak” dengan suara sangan halus seperti anak anak.
gue kan kecil anggap saja gue dengan anak anak gue ikhlas kok. dalam hati “kapan gue dewasanya gue tetap di anggap anak kecil”.
“nak, jangan nakal nakal di mesjid nanti kamu di makan mesjidnya”
“iya pak” dengan suara sangan halus seperti anak anak.
gue kan kecil anggap saja gue dengan anak anak gue ikhlas kok. dalam hati “kapan gue dewasanya gue tetap di anggap anak kecil”.
Guekan orangnya agag alim dikit jadi gue berada di sab di
depan. Ada kejadi yang gue anggap itu adalah pertepuran yang sangat mematikan.
Di setiap gue sujud orang dewasa senggul senggul gue. gue balas dengan keras
karena itu adalah ancaman yang sangat besar bagi gue ( menghilangkan kekhusuan
gue ). Pertempuran itu sampai menghabiskan 4 ronde atau 4 kali sujud. Di saat
ronde terakhir gun menyerah, karena kekuatan dia tidak seimbang dengan gue (
guekan kecil), “itu akan mematika kekhusuan gue”. setelah salam gue mundur dari
sab karena pertempuran itu akan mematika kekhusuan gue. mundurnya gue membuat
dia menjadi agag semangat tarawihnya.
Sab sab di belakang gue penuh dan gue berada paling belakang
untuk menyambung tarawih gue. di belakang tidak ada orang orang dewasa cuman
anak anak. Gue merasa gue anak anak yang baru beribadah. Tapi tinggi badan gue
sama dengan mereka. Seakan gue anak
kecil yang tidak berdosa walau tidak sholat.
Pertempuran itu tidak berakhir di situ saja. Pertempuran itu
berlanjut di belakang. Karena di belakang banyak anak anak yang berbicara dan
berjalan kesana kemari. Gue tidak bisa khusu tarawihnya karena anak anak
berbicara sampai sampai gendang telinga gue mau pecah. Dan mata gue merasa mau
tercuput karena anak anak berjalan jalan di depan gue. yang lebih sadisnya lagi
gue di pukul pukul oleh anak anak di belakang gue dan gue tidak bisa tarawih.
“habislah gue.”. ”tahun ini tarawih gue akan hancur karena anak anak yang tidak
berdosa ini.”
Sampai berhakhirnya tarawih gue tetap saja tidak bisa
tarawih karena anak anak zaman sekaran nakal nakal. Pantas gue baru masuk
mesjid di sapa oleh orang dewasa.
“nak, jangan nakal nakal di mesjid nanti kamu di makan mesjidnya”.
tidak sampai di situ. Gue mau pulang dari mesjid anak anak menyapa gue.
“hay kaka pendik, kasihannya kamu tidak bisa tarawih. Loooooo”
“dasar anak anak zaman sekarang”
gue tidak akan bertempur lagi di sab depan karena gue sadar di sab belakang akan lebih mematikan kekhusuan gue. tidak mamatika tapi membatalkan tarawih gue. dasar anak anak zaman sekarang. Dan tarawih pertama gue gagal karena anak anak.
“nak, jangan nakal nakal di mesjid nanti kamu di makan mesjidnya”.
tidak sampai di situ. Gue mau pulang dari mesjid anak anak menyapa gue.
“hay kaka pendik, kasihannya kamu tidak bisa tarawih. Loooooo”
“dasar anak anak zaman sekarang”
gue tidak akan bertempur lagi di sab depan karena gue sadar di sab belakang akan lebih mematikan kekhusuan gue. tidak mamatika tapi membatalkan tarawih gue. dasar anak anak zaman sekarang. Dan tarawih pertama gue gagal karena anak anak.
Pesan moral : jagalah anak anak kalian jangan sampai anak
kalian terpengaruh kepada perubahan zaman,
dan berikan pesan pesan moral kepada anak anak kalian agar menjadi baik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar