Rabu, 08 Juni 2016

Pertempuran Mematikan kehusuan Tarawih



Gue ucapkan dulunih selamat menjalankan bulan puasa, semoga amal ibadahnya diterima oleh Allah S.W.T. Amin

Di hari pertama gue tarawih gue menemukan hal hal aneh yang belum gue liat. Anak anak sekarang menjadi besar dan gue tetap saja kecil. Mungkin perubahan itu yang membuat gue merasakan hal hal yang takpernah gue lihat di tahun thun kemarin.
Di awal bulan ramadhan tahun kemari pasti ada warung atau pedagang kali lima. Tahun ini tidak ada, mungkin pedagang kali lima itu takut dengan gue karena gue tidak besar besar ( emang gue tuyul yang kepalanya botak dan badannya kecil yang bisa mengambil uang pedagang ). Banyak keanehan pada tahun ini semua anak anak sekarang menjadi besar sedangkan gue tetap saja kecil. Yang anehnya gue di panggil
“nak, jangan nakal nakal di mesjid nanti kamu di makan mesjidnya”
“iya pak” dengan suara sangan halus seperti anak anak.
gue kan kecil anggap saja gue dengan anak anak gue ikhlas kok.  dalam hati “kapan gue dewasanya gue tetap di anggap anak kecil”. 

Guekan orangnya agag alim dikit jadi gue berada di sab di depan. Ada kejadi yang gue anggap itu adalah pertepuran yang sangat mematikan. Di setiap gue sujud orang dewasa senggul senggul gue. gue balas dengan keras karena itu adalah ancaman yang sangat besar bagi gue ( menghilangkan kekhusuan gue ). Pertempuran itu sampai menghabiskan 4 ronde atau 4 kali sujud. Di saat ronde terakhir gun menyerah, karena kekuatan dia tidak seimbang dengan gue ( guekan kecil), “itu akan mematika kekhusuan gue”. setelah salam gue mundur dari sab karena pertempuran itu akan mematika kekhusuan gue. mundurnya gue membuat dia menjadi agag semangat tarawihnya.

Sab sab di belakang gue penuh dan gue berada paling belakang untuk menyambung tarawih gue. di belakang tidak ada orang orang dewasa cuman anak anak. Gue merasa gue anak anak yang baru beribadah. Tapi tinggi badan gue sama dengan mereka.  Seakan gue anak kecil yang tidak berdosa walau tidak sholat. 

Pertempuran itu tidak berakhir di situ saja. Pertempuran itu berlanjut di belakang. Karena di belakang banyak anak anak yang berbicara dan berjalan kesana kemari. Gue tidak bisa khusu tarawihnya karena anak anak berbicara sampai sampai gendang telinga gue mau pecah. Dan mata gue merasa mau tercuput karena anak anak berjalan jalan di depan gue. yang lebih sadisnya lagi gue di pukul pukul oleh anak anak di belakang gue dan gue tidak bisa tarawih. “habislah gue.”. ”tahun ini tarawih gue akan hancur karena anak anak yang tidak berdosa ini.”
Sampai berhakhirnya tarawih gue tetap saja tidak bisa tarawih karena anak anak zaman sekaran nakal nakal. Pantas gue baru masuk mesjid di sapa oleh orang dewasa.
“nak, jangan nakal nakal di mesjid nanti kamu di makan mesjidnya”.
tidak sampai di situ. Gue mau pulang dari mesjid anak anak menyapa gue.
“hay kaka pendik, kasihannya kamu tidak bisa tarawih. Loooooo”
“dasar anak anak zaman sekarang”
gue tidak akan bertempur lagi di sab depan karena gue sadar di sab belakang akan lebih mematikan kekhusuan gue. tidak mamatika tapi membatalkan tarawih gue. dasar anak anak zaman sekarang. Dan tarawih pertama gue gagal karena anak anak.

Pesan moral : jagalah anak anak kalian jangan sampai anak kalian terpengaruh kepada perubahan zaman,  dan berikan pesan pesan moral kepada anak anak kalian agar menjadi baik.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar