Senin, 01 Agustus 2016

Sabtu, 23 juli 2016

Sabtu, 23 juli 2016

   Masa masa anak baru kesekolah baru. Anak yang sudah lama bersekolah tidak ada yang belajar. Guru guru sibuk dengan murid baru, dan gue sibuk dengan menatap teman teman gue pacaran. Dan ini lah gue dengan semua kekurangan gue. Gue merencanakan nembak asti saat memasuki kelas 11 nembak secara langsung dengan 4 mata. Gue sudah lama kenal dengan dia. 1 tahun gue bersama dia dalam satu kelas.  Mulai Semester kedua gue merasaakan perasaan yang berbeda dengan dia. Gue mulai dekat dengan dia dari semester 2. Gue perhatikan dia dari hal hal yang kecil. Gue sering nakalin dia, buka karena gue pengen sakiti dia tapi ingin dapat perhatian dia. Dari hal hal yang aneh untuk dapat perhatian dia. Kejadian yang gue alami dengan dia gue catat di diery gue. Dan perpisahan terakhir di kelas X2. Saat itu kami liburan ke baruh bunga. Dan dia tidak ikut. Gue catat di blog gue. Dan teman gue tau gue suka dengan asti. Padahal gue menggunakan nama sensoran. 6 bulan berlalu secara cepat.

Sekarang gue kelas 11. Perasaan gue tidak berubah sedikit pun terhadap asti. Hari yang gue tunggu kini datang. Itu pun gue berpikir selama 1 minggu. Karena sekarang kami beda kelas. bagaimana cara untuk nembak dia.?? Di hari sabtu tanggal 23 juli 2016 gue bersekolah. Di dalam kelas teman gue bertanya kepada gue.
"Bagaimana perasaan kamu kepada asti??"
"Tidak berubah kok"
"Sudah ucapin HBD"
"Apa??. Ulang tahun, aku tidak tahu dia ulang tahun pada hari ini"
"Ucapi dulu ulang tahunnya, aku juga belum"
"Ok. Kita sama sama ucapin dia ulang tahun"
Gue berpikir ini waktu yang tepat untuk nembak asti. Tapi saat itu tidak ada rencana sedikit pun. Teman gue panggil dia. Dan yang terjadi gue sangat gugup saat di dekat dia. Apa?? Kenpa?? Tidak biasanya gue di dekat dia seperti ini. Gue tidak berani berbicara sedikit pun. Kira kira selama 30 menit gue tidak berbicara dengan dia. Tiba tiba bell berbunyi mendakan pulang sekolah. Dia pulang sekolah. Dan gue sedikit pun tidak ada berbicara.

Gue ikuti asti menuju keparkiran. Gue Berbicara kepada dia satu kata penuh makna.
"HBD"
"Aku tidak ingin di ucapin. Aku tidak ingin tambah tua" sambil senyum senyum.
Gue menunggu dia di parkiran selama kurang lebih 15 menit. Dia lewat di depan gue. Gue binggu harus berbuat apa. Dia sudah jauh meninggalkan gue. Gue tidak sadar, gue secepatnya mengejar dia. Gue lihat dia berbelok kekanan tidak seperti biasanya. Gue secepatnya mengejar dia. Gue berbicara.
"Mau kemana.?"
"Menjemput adik ku"
Dia berbelok kekiri lagi menuju gang.
"Mau kemana.?"
"Kerumah paman ku dulu"
"Aku ikut"
Tibanya gue di rumah pamannya asti. Tiba tiba hujan, hujan yang tidak deras. Gue tidak berani masuk kerumahnya dan tidak berani naik keterasnya. Gue pengen mengatakan tanda cinta kepadanya dan tidak berani mengungkapkannya. Gue kehujanan di depan rumah pamannya asti.
"Ti"
"Ti"
"Ti"
"Ti"
Dengan nada yang berbeda beda.  Gue tidak berani mengungkapkannya.
"Ti"
"Ti"
"Apa?"
"Aku"
Tidak berani mengungkapkannya.
"Apa?"
Gue diam dan tidak berbicara lagi seperti di tv. Cinta gue seperti di komik. Tidak berani mengungkapkannya. Gue pejamkan mata gue.
"Aku suka kamu"
Dia diam tidak berbicara apa pun.
"Ti"
"Ti"
"Ti"
"Apa?"
"Aku"
"Aku suka kamu"
Dia diam tidak bicara apa pun.
"Pergilah, cuacanya sedang hujan"
"Aku tidak akan pergi sebelum ada jawaban dari mu"
Hujan semakin lebat gue kehujanan tapi gue tidak akan pergi sebelum ada jawaban darinya.
"Pergilah. Nanti kamu sakit"
"Aku tidak akan pergi"
Gue kehujanan tapi gue tidak merasakan hujan. Seperti tidak ada apa pun di mata gue selain dia.
"Ti"
"Ti"
"Apa?"
"Apa jawaban dari mu?"
"Aku tidak mendengar"
"Apa jawanan dari mu?"
"Aku tidak mendengar"
Berapa kali gue bertanya kepada dia tetap saja jawaban dari dia seperti itu. Dan teman teman gue datang tiba tiba.
"Pergilah kalian, aku cuman ingin 4 mata dengan dia" berbicara kepada teman gue.
Gue bertanya lagi kepada asti
"Apa jawaban dari mu"
"Jawaban ku ada di teman kamu"
"Aku pengen jawaban dari kamu"
"Pergilah, cuaca hujan"
"Aku akan menunggu jawaban dari mu dulu"
Gue menunggu jawaban dari dia sekitar 5 menit.
Hujan hampir reda dan dia pergi
"Mau kemana?"
"Aku pengen menjempun adik ku, aku pergi"
"Iya. Aku juga"
Aku pergi menuju rumah teman gue. Dengan hati yang tidak karuan. Gue tidak menyangka mereka tidak ada di rumah teman gue. Lalu gue pergi kerumah gue. Dengan hati yang  hancur. Apa yang harus gue harus gue lakukan. Perjalanan cinta gue tidak seperti di komik yang selalu berujung kebahagian.

Pesan moral : Jangan mengharapkan cinta seperti di komik. Cinta yang sebenarnya adalah cinta yang tulus cinta yang di dapatkan dari perjuangan dan kesetian dari hati yang terdalam.

Rabu, 15 Juni 2016

Kematian perut di bulan puasa



Hari puasa ketika mau buka puasakan semua yang ada di depan terasa enak. Biar pun itu tai kok tai, biar tai di campur gula tidak akan enak. Gue nunggu nunggu buka, waktu terasa lama sekali detik detik waktu terasa lambat. Gue berpikir jika gue bisa mutar waktu gue akan berpuasa 1 jam saja. Kan enak jika 1 jam berpuasa tidak akan lapar. Huhuhyy... putar putar gue memutari makanan. Gue akan Haji makan jika sampai 7 kali memutari makanan. Adik gue juka ikutan memutari makanan. Gue bilang kepada adik gue.
“dik, kalau kamu memutari makanan itu 7 kali akan membuat kamu tahan 1 jam lagi puasanya”
“benar ya kak, gue akan memutari makanan itu sebanyak 14 kak” memutari makanan sambil liat liat makanannya
“iya dik, coba saja”
gue bodoh adik gue bodoh lagi dari pada gue. hahahaha.....
Astagpirullah.. menandakan buka hampir tiba adik gue yang percaya jika memutari makanan itu akan tahan lagi berpuasa. Ibu gue datang
“kenapa kamu memutari makanan”
“kata kaka jika memutari makanan akan tahan puasanya”
“dasar kamu bisa saja di bodohi kaka kamu”
gue di marahi ibu gue. seakan gue mau buka sekarang dan gue setelah makan akan lari keluar agar gue tidak mendengar kemarahan ibu gue. detik detik buka puasa pun terasa. Perut gue yang sudah lama menjerik kesakitan terus bila kepada gue.
“greek greeek greek”
“ada apa perut”
“greek grek”
“bentar lagi perut lo akan gue obati”
“greek greek”
gue sedih kepada perut gue yang menjerit kesakitan seaakan dia akan pergi jauh dari gue.
“perut jangan tinggalin gue”
“greek greek”
perut gue yang sudah lama nunggu gue makan, akhirnya radio pun berbunyi. Ngeeeeennnnnnnnnnnnn. Makanan telah tiba
Buka puasa telah tiba gue ingat kata terahir perut gue
“greeeeekkkkkkkkk”
gue sedih kepada perut gue dia tidak lagi berbicara kepada gue. dia sudah meninggalkan gue. bagaimana gue hidup tanpa lo perutt.... gue makan dengan sedih, karena perut gue tidak berbica lagi dengan gue. good bay berut, gue akan setia menemani lo sampai lo berbicara kembali.  Ketika  
 gue kenyak dari lambung sampai tenggurukan gue bilang EEEEAAAAA. Menandakan perut gue hilang di telan lambung gue. oohhh NOOOO. Semoga perut gue di terima di sisinya.
Sudah beberapa jam perut gue tidak juga berbicara kepada gue. mungkin dia benar benar meninggalkan gue. Gue menangis tak terhinggal sampai air mata gue masuk lagi ke mata gue. mungkin air mata gue sudah lelah keluar dari mata gue. gue sangat sedih sangat kasihan perut gue sudah meninggalkan gue sebelum gue meninggalkan dia. Semoga kau bahagia di sana perut.
Gue menangis sampai sampai ketiduran. Gue mimpi perut gue terbang terbang di alam lain dia sangat senang seakan dia tidak di ganggu lagi oleh gue. dia di sana makan makanan yang enak seakan dia tidak ingin lagi kembali. Gue sangat sedih. Dia tidak bahagia di badan gue. dia bahagianya di alam lain. Gue terbangun sambil menangis “pergi kamu dari hidup gue gue tidak akan lagi menyayangi mu. Tiba tiba setelah gue bilang seperti itu perut gue bilang
“Grreeeekkkkkkk”
“kau telah kembali”
“grekkkk”
gue akhirnya kembali tidur dengan hati bahagia karena perut gue kembali lagi.

Pesan Moral : kalau perut bilang grek itu namanya lapar dan kalau tidak lagi berbunyi grek itu namanya sudah kenyang.

Rabu, 08 Juni 2016

Pertempuran Mematikan kehusuan Tarawih



Gue ucapkan dulunih selamat menjalankan bulan puasa, semoga amal ibadahnya diterima oleh Allah S.W.T. Amin

Di hari pertama gue tarawih gue menemukan hal hal aneh yang belum gue liat. Anak anak sekarang menjadi besar dan gue tetap saja kecil. Mungkin perubahan itu yang membuat gue merasakan hal hal yang takpernah gue lihat di tahun thun kemarin.
Di awal bulan ramadhan tahun kemari pasti ada warung atau pedagang kali lima. Tahun ini tidak ada, mungkin pedagang kali lima itu takut dengan gue karena gue tidak besar besar ( emang gue tuyul yang kepalanya botak dan badannya kecil yang bisa mengambil uang pedagang ). Banyak keanehan pada tahun ini semua anak anak sekarang menjadi besar sedangkan gue tetap saja kecil. Yang anehnya gue di panggil
“nak, jangan nakal nakal di mesjid nanti kamu di makan mesjidnya”
“iya pak” dengan suara sangan halus seperti anak anak.
gue kan kecil anggap saja gue dengan anak anak gue ikhlas kok.  dalam hati “kapan gue dewasanya gue tetap di anggap anak kecil”. 

Guekan orangnya agag alim dikit jadi gue berada di sab di depan. Ada kejadi yang gue anggap itu adalah pertepuran yang sangat mematikan. Di setiap gue sujud orang dewasa senggul senggul gue. gue balas dengan keras karena itu adalah ancaman yang sangat besar bagi gue ( menghilangkan kekhusuan gue ). Pertempuran itu sampai menghabiskan 4 ronde atau 4 kali sujud. Di saat ronde terakhir gun menyerah, karena kekuatan dia tidak seimbang dengan gue ( guekan kecil), “itu akan mematika kekhusuan gue”. setelah salam gue mundur dari sab karena pertempuran itu akan mematika kekhusuan gue. mundurnya gue membuat dia menjadi agag semangat tarawihnya.

Sab sab di belakang gue penuh dan gue berada paling belakang untuk menyambung tarawih gue. di belakang tidak ada orang orang dewasa cuman anak anak. Gue merasa gue anak anak yang baru beribadah. Tapi tinggi badan gue sama dengan mereka.  Seakan gue anak kecil yang tidak berdosa walau tidak sholat. 

Pertempuran itu tidak berakhir di situ saja. Pertempuran itu berlanjut di belakang. Karena di belakang banyak anak anak yang berbicara dan berjalan kesana kemari. Gue tidak bisa khusu tarawihnya karena anak anak berbicara sampai sampai gendang telinga gue mau pecah. Dan mata gue merasa mau tercuput karena anak anak berjalan jalan di depan gue. yang lebih sadisnya lagi gue di pukul pukul oleh anak anak di belakang gue dan gue tidak bisa tarawih. “habislah gue.”. ”tahun ini tarawih gue akan hancur karena anak anak yang tidak berdosa ini.”
Sampai berhakhirnya tarawih gue tetap saja tidak bisa tarawih karena anak anak zaman sekaran nakal nakal. Pantas gue baru masuk mesjid di sapa oleh orang dewasa.
“nak, jangan nakal nakal di mesjid nanti kamu di makan mesjidnya”.
tidak sampai di situ. Gue mau pulang dari mesjid anak anak menyapa gue.
“hay kaka pendik, kasihannya kamu tidak bisa tarawih. Loooooo”
“dasar anak anak zaman sekarang”
gue tidak akan bertempur lagi di sab depan karena gue sadar di sab belakang akan lebih mematikan kekhusuan gue. tidak mamatika tapi membatalkan tarawih gue. dasar anak anak zaman sekarang. Dan tarawih pertama gue gagal karena anak anak.

Pesan moral : jagalah anak anak kalian jangan sampai anak kalian terpengaruh kepada perubahan zaman,  dan berikan pesan pesan moral kepada anak anak kalian agar menjadi baik.

Senin, 06 Juni 2016

Demo pembagian rapost

Sabtu kemarin gue ada cerita nih. Gue aga sibuk dikit dikit jadi lupa posting nih. Nih ceritanya mau sekolah di jalan gue meliahat anak anak sedang bermain. Yang aneh to dia bermain kuda kudaan seperti anak dewasa gitu. Gue agag labil gitu dikit. Tapi tidak mungkin anak kecil bisa anakin guda gudaan. Hehehe. Gue di sekolahkan mau bagi rapot gitu mau naik kelas. Awalnyasih baris gitu di lapangan basket gue menemuka murid yang selfi selfi gitu ( wajarkan ) perempuan tapi laki laki tidak wajar mungkin dia agag perempuan dikit. Hehehe. Yang lebih sadisnya lagi laki laki itu seperti mau kuda kuda. Yah kan bahaya. Kalau dia kelaminnya 2 sih gag papa( wajar ). Zaman sekarang gitu perempuan jadi laki2 dan laki2 jadi perempuan. Huhuy. Mungkin dia lelah.

 Gue naik tanggakan mau masuk kelas. Nih perempuan kayanya kegatelan gitu, kaya flim india gitu joget joget di tangga. Katanya lalalala. Kira kira agag gila dikit gitu. Huhu. Gue nanya dia
"Kenapa lo joget joget di tangga"
"Gue gila karena cinta mu"
" hah" kata gue. Kan aneh cinta kok gila. Mungkin cinta sudah lelah. Huhuy. Ada juga laki2 katanya "tambah 2". Kalau terus di tambah 2 gue kasihan dengan angka ganjil dia tidak di sebut sebut.  Gue juga prihatin dengan 2 kalau di sebut terus nanti 2 akan habis. Nanti anak cucu gue tidak ada yang bisa nyebut 2. Gue berkata "Jangan di tambah 2 lagi nanti 2 akan hilang".

Masuk kelaskan gue dan teman2. Wali gue lambat masuk kelas mungkin dia kocok arisan. Hehehe. Saat ibu wali masuk datang jantung gue agag debar debar dikit gitu detaknya cepat sih. Yang anehnya teman gue nangis duluan ( kan belum di bagi rapotnya ). Aneh deh. Teman teman debar debar jantuknya bentar lagi gugur jantungnya ketanah toh. Yah. Cukup lama gue dan teman teman nunggu rapot karena ibu wali kami sedang asik asik berbicara  tentang bukber kami. Kami demo tentang percepat pembagian rapot. Karena rapot kami lama sekali baru di bagi. Begitulah kelas kami seperti anak anak sedang menangis. Hohoho. Setelah pembagian rapot kami semua berteriak. Gue pikir mereka seakan demo kenaik BBM. Yah. Aneh sih kelas kami ini.

Rapot pun di bagi satu satu persatu teman gue mengambil. Ada yang sambil nangis sambil tertawa lebih sadisnya lagi ada yang merangkap mungkin dia cita cintanya menjadi tentara. Hehehe. Nih cerita yang aneh, ada cewe yang ngambil rapotnya dengan senyum senyum tapi setelah cewe itu mengambil rapotnya dia menangis seakan umurnya akan berakhir. Tau gag kenapa jadi cewe itu menangis.??? Karena dia mau masuk IPS tapi cewe itu malah masuk IPA. Kan IPA lebih baik dari pada IPS dan kalau IPA bisa masuk IPS. Kelas gue ini aneh deh. Gag ada yang bisa tiru kelas kami. Dan gue sekarang masuk IPA. Padahal gue kan begi kenpa gue masuk IPA. Mungkin guru tidak bisa mengerti gue ini bodoh. Emang gue pikirin kalau gue masuk IPA. Gue terusin aja. Lanjut terus.

Minggu, 05 Juni 2016

Homo Atau Malaikat



Awal gue masuk SMP gue menemuka teman. Dia bernama Muhammad Rifky dia sih orangnya baik , tapi dia selalu tidur tiduran di bahu gue. emangnya dia itu homo yang selalu berada di tengah malam di malam minggi. Dia sih orangnya selalu sholat, tidak mungkinkan dia itu homo. Jika Zuhur telah tiba dia pasti ngajak gue sholat walaupun itu di saat jam pelajaran. Dan dia selalu ngajak gue sholat dhoha di mushala sekolah.   Gue terus berpikir dia itu homo atau malaikat????.
            Di saat gue terus memikirkan dia itu homo atau malaika????. di saat itu juga gue dan dia menuju mushala. Dia berpicara dengna gue.
“hay tur kenapa kamu bingung aja dari tadi”
“gini rif. Gue berpikir kalau kamu homo bagaimana ya?????”
* menunduk seperti ada uang di bawah tanah*
dia menunduk malu padahalan gue ngucapin dia hanya seakan akan gue bercanya. Tapi dia merasa sangat malu ketika dia di panggil homo. Ketika dia mau ambil air whudu, dia terkelincir dia menjerit kesakitan. Lalu gue bertanya??
“ada apa rif??”
“emangnnya kamu tidak lihat nih gue tergelincir di sini”
Gue bawa dia ke UKS untuk di obati ( tidak mungkin kan di UKS untuk berbelanja) dan kami tidak jadi mengerjakan sholat dhuha. Lalu dia bilang.
“gue tidak akan lama lagi hidup penyaki yang gue derita sudah terlalu menyaki gue”
“kamu jangan bilang seperti itu, maaf gue yang telah meledek mu di saat mau ke mushala tadi” dengan rasa bersalah gue, gue minta maaf seakan kan dia akan pergi jauh meninggalkan gue.
Lalu Rifky tertawa terbahak bahak” hahahahahahahah”. “Lo bego, gue tidak tidak ada penyakit”.
kata Rfky “Gue pengen menguji pertemanan kita sudah samapai mana”.
gue terkesan kepada dia. Emang sih dia itu agag homo dikit dikit. Gue tetap senang berteman dengan dia. Tapi gue tetap sih harus mejauh dari dia dikit dikit. 

Pesan Moral : jangan sampai kamu melakun hal yang tidak di inginkan di saat kamu berteman dengan homo., walau pun itu dikit.

Sabtu, 04 Juni 2016

Naik Turun Sepatu Terinjak

Di hari ini cuacanya sangat bersahat dengan kami. Rencanya sih mau naik gunung. Yang kaya my trip gitu. Sehabis sholat jum'atsih rencanaya sih berangkat., habis makan makan dirumah kumpul kumpul lalu berangkat. Ada yang ambil air ada yang ambil buku polpen ada juga yang mengabil celana dalam... ( emangnya mau di water bom ) blo onnn. Yah.. Yang lebih sadisnya lagi sih ada yang diam diam keluar rumah takut di marahin ibunya. Satu satu persatu teman teman gue datang, motor motornya sih ada yang bunyi dok dok dok, ada prap prap prap. Iya milik gue motor ya sih baik kelasik gitu supra warnanya hijau di penuhi tanah yang lebis sadisnya lagi kawat kawat ( jari jari ) ban gue berkarat kiranya sih mau ganti yang baru. Teman gue yang namanya aji tuh gayanya sih keren banget tapi sayangnya dia itu kaya itu seperti gap gap gitu. Hahaha. Teman teman gue kiranya sih bodoh dari pada gue. Agag blo on gitu ada pahit pahitnya gitu, kaya tai semuanya. Lanjutt.....

Gue sampai di perkampungan untuk menaruh motor motor butut. yah tapi disana tidak terlihat orang untuk bertanya, menaruh motor motor butut kami mungkin mereka takut dengan kami. muka kami lebih sadis dari pada anjing. Satu orang dari kampung di sana menyambut kami( sebut saja pak RT). Pak RT bertanya.
"Handak kamana buhan ikam" gue dan teman tidak mengerti pembicaraan apa yang dia bicarakan.
"Ke atas pak. Minta ijin naik pak" sambil takut meliat pak RT itu. Dan nunjuk nunjuk keatas.
"Hi ih, andak ha di sini kunci gulu. Kaina kami manjaga akan". Perjalan kami berlanjut.



karena Perubahan cuaca sangat terlihat sampai sampai muka gue yang gelap tidak terlihat tertutup oleh awan.. Huhuhu. Di awal perjalaan naik satu persatu air hujan turun. Teman gue yang bernama dandi sebut saja karang dia  berada di depan berteriak "hujan hujan" "hujan hujan" . Teman gue semuanya tahu Itu adalah hujan. Di sana ada pondok kecil kira kira sih untuk (tit tit) (tit tit), Bermalam di gunung jaga kebun sengkung. Huhu huhu. Ada yang pikik negatif nih. Di sana teman gue sakit mukanya sangat pucat.  Kira kira sih dia pengen pingsan. Gue ingat kata ibu gue jika dia pingsan gelitiki atau kasih acan. ( emang dia sadar kalau pingsan ) begooo..mereka bercerita macam macam kalau gue sih asek di bawah pondok ada panas panasnya gitu. Hahay. Di sekitar samping pondok ada pohon pohon sengkung. 1 jam kami berdiam di pondok tak terasa karena berbicara bla bla. tiba tiba hujan reda. Kami lanjutkan lagi perjalanan kami dengan do'a dan harapan bisa naik sampai tujuan.


Di perjalanan selanjutnya air air menggenangi jalan. Sepatu gue basah, dan ibu jari kaki sangat sakit. Mungkin karena rebuk( remaja buruk kukuan. Hahahaha. Sades. Di pendakaian terakhir sangat tajam. Ada satu teman gue yang terjatuh. Terus apa yang terjadi??? Yah dia terwa galak karena dia terjatuh hanya sekitar 0'1 M. Kira kira seperti itu. Gue tidak mengukurkan. Pikir. Setelah sampai di atas hati gue tersa lega rena pemandangan yang indah semua di daerah HST sampai balangan kiranya keliatan. Gue kan tidak tau. Karena gue tidak ada tropong untuk meliat sampai kesana. Pikir.

Sekitar gue terlihat di timur banyak gunung gunung. Di selatan banyak rumah atau lampu lampu yang indah, yah itu deh. Di sana kami tidak membawa makanan. Ada kacang yang bergelitakan satu persatu kami ambil untuk di bakar. Kami kan tidak bawa makanan cuman air, polpen, buku. Aneh.... Indah. Di sana kan habis hujan. Ada sebuh naga besar menutup gunung kami. Hati ku sangat senang seakan seakan gue berada di tengan naga itu. Yah itu adalah pelangi. Gue teruskan dengan pakai bagai mana gue trun.


 Tanahnyakan curam bangetkan. Kalau trunnya berdiri kiranya sih gue bakalan terjatuh. Gue berpikir keras bagaimana gue akan turun. Gue mendapatkan sari edi kecil. Munfkin tidak besar. Hahahaha. Ya jelas lah kalau kecil pasti ridak besar. Edi ya sih gue turun pakai kayu yang kaya di serial upin dan ipin gitu. Huhhuy. Di tengah perjalanan gue turun di sana kayu yang gue pakai pecah bokung gue berlubang. Ya jelaslah Bokung berlubang kalau tidak bagaimana mengeluarkan benda yang berbau. Hhhhh. Gue sangat kasihan dengan sepatu gue yang selalu gue injak, gue tidak sadar bah sepatu gue sangan berkurban. Terima kasih sepatu ku kan selalu mengingat mu.  Gue bangga dengan kamu sepatu.Ceritanya tidak ada yang seru lagi sampai kerumah. Gue akhiri nih cerita gue.

Pesan moral : jangan anggap pelangi itu sebagai naga, kalau bokung berlubang itu wajar, dan berterima kasihlah kepada sepatu karena sepatu berani mengurbankan nyawanya kepada kamu.

Kamis, 02 Juni 2016

Kutukan Jomblo Dari Desa Sebelah

    Ehh. Kemarin gue punya satu cerita nih. Asek deh, bikin kalian ketawa deh. Langsung saja deh gue ceritakan. Ceritanya sih gue bersama teman teman gue di Desa. Curhat curhat bareng gitu.
Gue bilang kepada teman teman gue "gue lama nih ngejomlo sekitar 6-7 tujuh bulanan"
Kata aji bilang saja dengan sebutan Anol. Kata Anol "emangnya lo aja yang ngejomblo, gue aja yang tidak ingin punya pacar seperti tidak berselera gitu"
Teman gue satunya Amin sebut saja Komeng,  juga bilang "ahhhh.. Minggu kemaren gue baru di putusin pacar".
Teman teman gue yang lain juga mengatakan seperti itu. Yang lebih sadisnya lgi teman gue Bernama Jani sebut saja dengan jajau dia baru pacaran, tidak lama kemudian sekitar 6 jam dia di putusin pacarnya. Begoooo itu.
Gue bilang lagi kepada teman teman gue "enak juga jomblo, aseknya jomblo dari pacaran"
Gue berpikir kenapa kalian tidak ingin pacar kok. tapi kenapa sih gue baru sadar bahwa di Desa gue semuanya remaja mgejomblo. Satu persatu gue bertanya kepada teman gue "kalian punya pacar gag" semua jawaban dari teman gue "tidak" gog bisa seperti itu.
Anol teman gue curhat kesemua teman teman, "gue pernah berkelahi di Desa sebelah" Desa sebelah mengatakan " kalian akan gue kutuk satu kampung ngejomblo". Kata teman gue "dia kutuk kita karena kami merebutkan satu cewe dan dia kalah"
Gue berpikir sih. Mungkin karena kena kutuk jadi semua remaja di desa gue ngejomblo. Yang gue takutkan lagi teman gue yang pakai sarung to pergi ke belakang dengan teman gue satunya lagi. Mungkin apa yang terjadi gue tidak tau lagi sih apa yang terjadi yang mestinya itu adalah kejadi yang tidak ingin di ketahui orang lain.
G
     Habis curhat curhat bareng gue pakai motor teman gue, motornya sih butut tapi asek banget seperti kuda kudaan dan semuanya bergetar seperti mesin beras. Pertama hidupkan motornya nyala tapi akhirnyat mati saat beberapa detik. Gue sangat keras berpikir sampai sampai otak gue di lilit cecak. Ahhhh. Kurang ajar, kata teman Amat panggil saja dengan sebutan ligung, kata dia "toh yang di sana toh"
"Apa toh"
"To krannya to tidak di buka, tidak akan turun minyaknya"
Wajar deh guekan bodoh, gitu aja gue tidak bisa. Lanjut...... Di jalan sih gue enak pakai motornya seperti naik kuda kudaan yang bunyi blok blok blok blok sambil berdoa agar tidak mati di perjalanan. Asek deh, aku senang sekali di liatin orang orang banyak. Mungkin gue artis. Huhuhu..... Lanjutttt

      Di siang hari gue dan teman teman gue ngumpul lagi karena kami pengin tidak jomblo lagi. Gue dan teman teman pengin menyerang kampung sebelah karena gue dan teman teman tidak pengen lagi ngejomblo seperti ini.  Yahh.. Di penyerangan gue dan teman teman sih ada yang membawa polpen dan membawa buku perjanjian agar semuan tercatat. Ya seperti itu.
Anol berkata "hay kamu kami kena kutukan kalian nih"
Hadi menjawan sebut saja eson "hahahahahaha....... Emangnya ada kutukan seperti itu" bego kalian.
Kata anol "nih catat dulu penjajian kita"
Eson mencatatnya "semua yang berhubungan tentang wilajah dan hak milik akan ku serahkan kepada kalian. Kutukkan ini akan gue hentikan" di dalam hati gue "emangnya mencatat seperti pidato" Aduh memang bego loo.
Kata eson "kalian cuman tidak bisa merayu cewe. Nih gue ajari caranya meratu cewe. Tatap matanya jangan liat yang lainnya. Gunakan itu untuk merayu cewe"

    Yah.... hari seterus gue dan teman teman gue menggunakan cari yang di ajari eson tersebut. Satu persatu teman gue punya pacar dan gue tetap saja jomblo loh. Jomblo itu ada takdir gue. Itulah kelebihan gue.

Pesan moral : Kalian jangan sampai berpikir ada kutukan yang benar benar terjadi karena itu hanyalah sebuah pikiran belaka cuman kita yang tidak mengerti suasa percintaan.

Senin, 30 Mei 2016

Teman Atau Sahabat

    Ketika hari mulai mendung, aku dan teman teman akan menuju sebuah perjalanan yang pernah kami lewati bersama. mungkin, perjalanan yang indah dulu akan terungkit kembali.
    Satu persatu teman teman ku datang. Mereka tau kisah yang dulu kami alami berujung keindahan. Ketika semua berkumpul kami berangkat menuju  jejak kaki yang dulu.
   Di tengah perjalanan kami, ada satu orang teman yang merasa kesakitan. kami bertanya.
"Ada apa dengan mu"
"Aku merasa pusing" dengan nada lemah dia berbicara
"Apa kamu bisa melanjutan perjalanan ini"
"Pergilah, aku tidak apa apa. Teruskanlah perjalanan kalian tanpa aku"
   Aku berpikir dia tidak akan bisa pulang sendiri. Aku membantu dia pulang karena aku sadar sebuah pertemanan sejati tidak akan bisa tergantikan oleh apa pun.
    Aku mengantar dia sampai kerumah dengan perasaan hampa. Aku berpikir, perjalanan kali ini tidak akan seperti dulu.
Dia berkata pada ku.
"Terima kasih"
"Hai teman, kita ini teman, tidak usah berterima kasih"
"Ok"
 "Baiklah, semoga cepat sembuh"
    Aku kembali lagi kepada teman teman ku yang lain. Hati ku merasa sedih karena  satu teman tidak ikut.
Teman teman ku berkata " hai, jangan sedih kita akan lewati ini bersama. Kita teruskan perjalanan ini".
   Perjalanan pun berlanjut. Berawal dengan mengambil jeruk di tengah sawah yang luas. Jeruk jeruk yang dulu pernah kami petik tidak ada yang manis.
   Di setiap samping pohon pohon jeruk terdapat buah timun mas yang setiap satu bijinya besarnya mencapai 3-6 kg. Kami buka mencari timun mas yang besar. Kami mencari timun mas yang kecil kecil karena tujuan kami untuk membuat rujak.
   Di sebuah tumpukan tanah yang tinggi terdapat pohon pohon pisang, jambu biji, jambu air, dan cabe. Di sinilah hal hal kecil bisa di dapatkan dengan mudah.
    Perjalanan berlanjut menuju tempat kecil yang di sekitarnya di penuhi dengan padi, gunung gunung yang tinggi, bendungan kecil yang airnya jernih, dan angin angin yang selalu berbicara.
     Rujak yang akan kami buat cukup sederhana, tapi terasa istimewa saat canda tawa teman teman ku terucap, hati yang selalu gembira membuat hal kecil menjadi besar.
     Perjalanan berlanjut dengan cuaca yang berubah menjadi panas. Di saat cuaca panas kami merasakan haus. Akhirnya kami menuju sebuah kebun buah bentuknya bundar rasanya segar dan di dalamnya ada air,
     Buah itu adalah semangka, kami mengambil semangka itu 1 orang 1 biji. Dan kami kembali ketempat kecil yang di penuhi keindahan alam.
     Kini kisah ku berakhir dengan di penuhi kebahagiaan dari teman teman ku. Aku sadar sebuah pertemanan itu akan selalu berujung keindahan.
      Perbedaan antara percintaan dan pertemanan itu sangatlah jauh berbeda. Teman yang selalu di samping terkadang kita tidak merasakannya. Tapi jika pacar kita, di samping kita, kita akan sangat merasakannya. Padahal jika teman kita tidak ada di samping kita, kita akan merasakan sangat kehilangan mereka. Jangan sampai pertemanan kalian terpecah belah karena soal percintaan. Kalian akan sadar jika itu sudah terjadi.

Minggu, 29 Mei 2016

Kebahagiaan Itu Sederhana

      Di pagi hari yang penuh do'a dan keyakinan yang kuat berharap akan ada kenangan yang indah bersama teman SMA gue. Gue pergi sangat cepat bersama rifky karena gue membawa beras untuk di masak untuk makan bersama. Gue nunggu cukup lama sekitar 3 jam. Semua teman gue datang, gue mendengar kelinci gue tidak ikut karena kelinci gue di marahi orang tuanya kalau dia ikut.  Kami pergi menuju sebuah tempat yg di penuhi orang. Hati gue terasa hampa dan gelisa karena kelinci gue tidak ada. Tapi gue berpikir untuk selalu berusaha agar semua bisa gue jalani perjalanan dengan bahagia. Gue sadar yang gue tunggu tunggu tidak ada. Gue teruskan detik detik dan menit menit jam berputar terasa sangat lambat.
     Di tempat itu banyak pohon pohon yang menutupi matahari yang bersinar terang dengan angin yang menuju ke timur. Hati gue terasa tenang ketika merasakan hembusan angin yang menembus hati. Gue teruskan perjalan gue dengan makan bersama teman teman dan wali kelas gue. Ketika semua itu berjalan gue merasakan hangatnya pertemanan. Di sana percakapan percakapan terus berulang bagaikan menghilangkan rasa hampa dan kegelisahan gue. Gue sadar cewe yang gue suka tidak akan terus akan bersama gue. Yang bikin kebahagian itu bukan dari cewe tapi dari canda tawa kebersamaan pertemanan kita. Kebahagia Itu sederhana.

Sabtu, 28 Mei 2016

( Gelapnya Cinta )

   Tak seharusnya aku terkubur oleh gelapnya cinta mu. Tpi bagai mana mungkin aku melupakan mu. Yg seharusnya ada di sisi ku itu kamu bukan dia. Dia tidak paham dg situasi ku. Kalau kamu pasti akan mengerti apa yg aku inginkan. Berharap akan ada yg lebih baik dari pada kamu agar semua ini berubah dg berjalannya waktu. Di dalam dunia tidak seharusnya berbuat seperti yg aku lakukan ini. Aku sadar dg kesalahan ku. Aku ingin berubah semua kesalahan ku. Bagaimana caranya.???????? Aku bingung??!! Harus berbuat apa.????? Bagaimana ku menghadapinya.????? Semua ini tidak jawabannya di benak ku. Berikan jawaban yg tepat. Berharap akan ada kebaikan kebenaran keberhasilan dan di pandang baik.

    Cinta memang membutakan mata ku. Berikan yg terbaik untuk agar semua berujung kesetiaan kebenaran yg di awali dg kebaikan . Di saat itu datang apa aku boleh bertanya. Apa yg dimaksud setia?????? Bagaimana kesetia itu terjadi????? Apakah harus ada pengurbanan baru ada kesetiaan.????? Atau kesetia itu awal dari kehancuran.????? Kalau aku bertannya kejujuran atau kesetiaan yg di pilih?????  Knpa harus memilih itu????? Kenpa tidak memilih satunya.??? Dan bagai mana perbedaan keduanya.????? Di balik semua pertanyaan ku  cinta memang membutakan pikiran saja. Coba pikirkan kalau kamu setia, kalau memang kamu setia knpa kamu harus mnghubungi dia?????? Knpa harus memikirkan dia?????? Knpa kamu harus mnjaga perasaan sia.????? Belum tentu dia seperti kita yg hatus ini itu. Bagai mana kalau dia sedih haruskah kita mengasihinya.??? Tidak mungkinkan, kalau kita pacaran kita setiap waktu kita bertemu mungkin juga tidak pernah ketemu. Jagalah kesetia mu itu di akhir kalau di awal kesetiaan tumbuh kesetiaan itu akan retang dan hancur kalau itu terlalu di pakai. Sebaiknya kesetiaan itu di pakai di saat semua itu akan berujung kebaikan. 1 hal yg aku tekankan jangan ada janji kesetian di saat semua itu masih kecil. Berjanjilah di saat semua itu menjadi besar yg akan bertumbuh menjadi dinding yg kuat.,